Tentang Kami

Sanggar BAPONTAR


Sanggar Bapontar adalah komunitas Minahasa di Jakarta yang berupaya melestarikan budaya Minahasa dengan berbagai kreasi yang kami miliki.

PENGANTAR.

“Kemajuan kebudayaan bangsa dan peradabannya, membawa serta, dan sekaligus secara timbal-balik dibawa serta oleh kemajuan keseniannya” ( Meutia Farida Susono ).
Sejalan dengan merebaknya dinamika global yang terbuka pada kemajemukan dan multikulturisme, apresiasi masyarakat dunia terhadap keragaman budaya dan nilai-nilai yang dikandungnya makin menguat. Interaksi antar budaya juga makin meluas. Karenanya, proses globalisasi yang sedang dan akan terus berlangsung, hendaknya disikapi sebagai peluang sekaligus tantangan bagi pelestarian dan jati diri budaya bangsa. Menyadari akan nilai penting kebudayaan, Indonesia mencanangkan pembangunan kebudayaan sebagai salah satu prioritas nasional. Melalui pembangunan kebudayaan diharapkan :
1. Tumbuhmapan jati diri bangsa yang berbasis keragaman budaya.
2. Terjaga kelestarian budaya masyarakat.
3. Peningkatan apresiasi terhadap keragaman serta kreatifitas kesenian daerah, dan untuk mendukung kesemua ini dibutuhkan kehadiran sumber daya manusia kebudayaan yang mumpuni.
Kebudayaan suatu bangsa, banyak terekspresikan melalui aneka ragam dan aneka dimensi kesenian. Kesenian merupakan wujud ekspresi kebudayaan dengan muatan yang sarat akan nilai-nilai budaya.
Karenanya, dalam kerangka besar pembangunan kebudayaan nasional, kehadiran kesenian tradisional sebagai salah satu wadah artikulasi kekayaan dan nilai-nilai budaya bangsa sangat strategis, dan upaya pelestariannya perlu dimaknai sebagai langkah strategis. dihadapkan pada tantangan untuk melindungi, mengembangkan dan mengangkat manfaat kesenian tradisional Minahasa sebagai aset kultural bangsa, para pihak yang peduli mengambil
prakarsa membentuk Sanggar BAPONTAR sebagai wadah konsultasi, koordinasi dan pelayanan untuk mengetengahkan kesenian tradisional Minahasa di wilayah DKI Jakarta dengan motto:
“Kehadiran kesenian tidak lagi terbatasi oleh klaim wilayah”.


Salam


Beiby Sumanti
Pendiri Sanggar Bapontar

Facebook

Twitter

Facebook

Twitter